
Makanan bergizi untuk anak sekolah di Sumba. Dibangun sesuai standar nasional. Dibuktikan.
Yayasan Jejak Kasih Indonesia bekerja di Sumba, Nusa Tenggara Timur, untuk mengurangi stunting pada anak usia sekolah, kelompok usia yang sering terlewat setelah program seribu hari pertama berakhir.
Di mana kami sekarang
Kami sedang mempersiapkan dapur sekolah pertama kami. Lokasinya belum ditetapkan: kami sedang menyelesaikan survei sekolah dan berbicara dengan pemerintah daerah agar tidak membangun sesuatu yang sudah tersedia. Halaman ini akan diperbarui ketika lokasi ditetapkan.
- Prevalensi stunting di Nusa Tenggara Timur
- 37%
- Rata-rata nasional
- 19,8%
- Sekolah yang kami survei
- 14
Sumber: Survei Status Gizi Indonesia 2024, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Model kami
Bagaimana kami merancangnya
Dibangun untuk masuk program nasional
Dapur akan dibangun sesuai spesifikasi yang ditetapkan Badan Gizi Nasional bagi satuan SPPG, termasuk sertifikat higiene dan radius pelayanan enam kilometer. Alasannya sederhana: dapur yang tidak memenuhi standar itu tidak dapat masuk ke program nasional, dan biaya makannya akan selamanya bergantung pada donasi.
Setiap tahap dibuktikan
Dana disalurkan secara bertahap. Untuk setiap tahap kami menerbitkan bukti: foto bergeotag, kuitansi terperinci, daftar hadir, dan anggaran dibandingkan realisasi. Bukti setiap tahap membuka penyaluran tahap berikutnya.
Satu lokasi, dikerjakan dengan sungguh-sungguh
Kami memilih satu lokasi dan mengerjakannya sampai benar, bukan banyak lokasi sekaligus. Dapur yang aman dan berjalan setiap hari sekolah lebih berarti daripada beberapa dapur yang berhenti.
Sumber: Diadaptasi dari WHO Five Keys to Safer Food dan prinsip HACCP (Codex Alimentarius). Diambil 7 Agustus 2026.
Baca program lengkapnyaCelah yang kami tuju
Mengapa anak usia sekolah
Sebagian besar program gizi di Indonesia berfokus pada seribu hari pertama kehidupan, yaitu ibu hamil dan anak di bawah lima tahun. Fokus itu tepat dan penting. Namun setelah usia lima tahun, dukungan gizi sering berhenti, sementara kebutuhannya tidak.
Di Nusa Tenggara Timur, anak usia sekolah tetap menghadapi risiko gizi yang tinggi. Dampak kekurangan gizi kronis pada pertumbuhan dan kemampuan belajar bersifat menetap.

Anak usia sekolah di Sumba adalah kelompok yang kami tuju. Belum ada dapur yang berjalan, dan halaman Program menjelaskan urutan pekerjaannya.
Satu dapur, lalu biayanya berpindah ke negara
Rp 1,6 miliar
Inilah bentuk tawaran kami, dalam tiga langkah. Langkah ketiga adalah alasan seluruh pekerjaan ini dirancang seperti ini.
Anda membiayai pembangunannya
Satu kali. Dana itu membangun dan melengkapi satu dapur, bukan membiayai makan harian selamanya.
Kami bangun sesuai standar nasional
Sesuai spesifikasi Badan Gizi Nasional bagi satuan SPPG, termasuk sertifikat higiene dan radius pelayanan enam kilometer, lalu kami akan menjalankannya setiap hari sekolah.
Program nasional menanggung biaya makannya
Ketika sekolah sudah tercakup program Makan Bergizi Gratis, biaya makan hariannya ditanggung anggaran negara, bukan donasi. Dapurnya tetap berjalan tanpa perlu penggalangan dana berulang.
Masuk ke program nasional adalah keputusan Badan Gizi Nasional, bukan keputusan Yayasan, dan belum tentu cepat. Di kabupaten ini sudah ada dapur yang selesai dibangun namun belum beroperasi karena menunggu pencairan dana pemerintah. Sampai dapur kami masuk program, biaya makan tetap menjadi tanggungan Yayasan.
Pendanaan yang dihimpun oleh EffortX Foundation Ltd (Australia)
Mitra pendanaan kami, EffortX Foundation Ltd (Australia), telah menghimpun dana berikut untuk program makan sekolah di Sumba. Dana itu dihimpun dan tanda terimanya diterbitkan oleh EffortX Foundation Ltd, bukan oleh Yayasan.
- Terhimpun
- $19,674
- Target
- $60,480
- Donasi
- 366
Kemajuan pendanaan
33%
Dana disalurkan kepada Yayasan secara bertahap. Penyaluran pertama dilakukan ketika proyek mencapai target pendanaannya. Bukti untuk setiap tahap membuka penyaluran tahap berikutnya.
Donasi saat ini tidak dapat dikurangkan dari pajak di Australia.
Dukung proyek ini (membuka di tab baru)Angka diperbarui setiap 15 menit dari basis data platform. Angka per 9 Agustus 2026.
Tahap yang sedang kami kerjakan
Urutan di bawah ini menunjukkan posisi kami hari ini. Setiap tahap yang selesai disertai tanggalnya.
Yayasan didirikan dan disahkan sebagai badan hukum
30 Juni 2026
SELESAISurvei sekolah selesai dan analisisnya diterbitkan
7 Agustus 2026
SELESAILokasi dapur pertama ditetapkan
SEDANG DIKERJAKANIzin usaha jasa boga, KBLI 56290, terdaftar
SEDANG DIKERJAKANDapur dibangun, lalu porsi pertama disajikan
BERIKUTNYADapur diajukan untuk masuk program nasional
BERIKUTNYA

Jarak seperti inilah alasan standar pemerintah menempatkan dapur dalam radius enam kilometer dari sekolah yang dilayani. Makanan matang tidak dapat menempuh jalan sejauh ini dengan aman.
Hubungan kami dengan pihak lain
Yayasan Jejak Kasih Indonesia bekerja sama dengan EffortX Foundation Ltd, lembaga amal yang terdaftar pada Australian Charities and Not-for-profits Commission (ACNC) di Australia, sebagai mitra pendanaan. Keduanya adalah badan hukum yang terpisah, dengan pengurus dan tanggung jawab hukum masing-masing.
Hubungan itu diatur dalam perjanjian kerja sama penggalangan dana berbasis proyek yang ditandatangani pada 15 Juli 2026.
Donasi saat ini tidak dapat dikurangkan dari pajak di Australia.
Dana dihimpun dan tanda terimanya diterbitkan oleh EffortX Foundation Ltd (Australia), lalu disalurkan kepada Yayasan secara bertahap. Penyaluran pertama dilakukan ketika proyek mencapai target pendanaannya. Bukti untuk setiap tahap membuka penyaluran tahap berikutnya.
Menghubungi kami
Pertanyaan mengenai kemitraan, pendanaan, atau kerja sama dengan sekolah dan dinas dapat dikirimkan melalui halaman kontak.